MALANG – SMK Muhammadiyah 3 Singosari dikenal SMK Mugas bersama Bakesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) Pemkab Malang  Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik menggelar sosialisasi kepada siswa SMK Mugas terkait terorisme dan ekstrimisme. Melalui Waka Humas dan Kerjasama Industri SMK Mugas, M. Sholeh, S.S, kegiatan ini dilaksankan di aula SMK Mugas (27/8) kemarin.

Tampak Kepala SMK Mugas saat foto bersama dengan unsur Bakesbangpol dan narasumber kegiatan.

Sholeh mengatakan hadir dalam kegiatan bertajuk Sosialisasi Pencegahan dan penanggulangan ekstrimisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah Pada Terorisme pada Pelajar tersebut Adalah Kepala SMk Mugas, M. Nur Yusuf Affandi, SE, M.Pd, dengan nara sumber unsur Satreskrim Polres Malang (bapak Amir), Pasi Intel Kodim 0818 Malang-Batu (Bapak Rony), dan Mitra Deradikalisasi/Mantan Napiter. Sedangkan sebagai moderator adalah Bapak Nikwata Sekretaris Bakesbangpol, serta sebagai peserta adalah seluruh siswa dan guru SMK Mugas Singosari.

“Acara ini merupakan bentuk kerjasama antara SMK Mugas dengan Bakesbangpol pemkab Malang dalam hal pencegahan paham radikalisme di lingkungan sekolah,” ujar Sholeh.

Foto bersama antara Kepala SMK Mugas, Bakesbangpol, Polres Malang, Kodim, berlatar belakang para guru dan siswa sebagai peserta sosialisasi.

Sementara itu dalam sambutannya, Kepala SMK Mugas, M. Nur Yusuf Affandi mengatakan bahwa sekolah (SMK Mugas) merupakan tempat yang nyaman dan aman mewujudkan pendidikan berkemajuan dan menjadikan siswa sebagai generasi emas sesuai program pemerintah. Namun perkembangan teknologi serta informasi global dapat membawa dampak negatif dan positif. Nah, melalui kegiatan ini SMK Mugas mengantisipasi dan mencegah timbulnya dampak negatif dari informasi global yang dapat menimbulkan intoleransi, radikalisme, hingga paham ekstremisme yang bisa datang dari mana saja termasuk dari gawai gadget  dan media sosial.

Suasana penyampaian materi kegiatan.

M Nur Yusuf Affandi berharap kegiatan ini juga dapat memperkuat peran guru sebagai pendidik dan pembimbing untuk mewujudkan suasana sekolah yang ramah, aman, dan terbuka. Sedangkan  bagi para siswa bisa mendapatkan wawasan tentang tema sosialisasi sekaligus dapat memilah informasi tentang bahaya terorisme dan paham radikalisme. (humas/don)