Singosari, 29 Oktober 2025 — SMK Muhammadiyah 3 Singosari menyelenggarakan Workshop Penguatan Kemitraan Teaching Factory (TEFA) Skema Kolaborasi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi dan pengelolaan unit TEFA berbasis industri.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari industri perhotelan, Teguh Hadi Saputro, S.Pd., M.A ( Kapal Garden Hotel), dan diikuti oleh guru produktif serta tim pengelola TEFA sekolah.
Kepala sekolah Dra. Titin Prihatin Rahayu, MM menyampaikan bahwa pada tahun 2025 sekolah menerima Bantuan Pemerintah – TEFA Skema Kolaborasi yang menjadi momentum untuk memperkuat mutu pendidikan vokasi Muhammadiyah.
Kunci Pengembangan TEFA: Hard Skill, Soft Skill, dan Marketing Digital
Dalam sesi pemaparan, narasumber menekankan bahwa dunia usaha saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, namun juga unggul dalam sikap kerja, karakter, dan pengalaman praktik.
Strategi utama yang dipaparkan meliputi:
✅ Manajemen operasional & SDM
✅ Marketing mix (4P & 7P)
✅ Digital marketing sekolah vokasi
✅ Strategi Online to Offline (O2O) promosi produk TEFA
✅ Branding sekolah melalui unit bisnis siswa
“Guru harus berperan sebagai coach bisnis, dan siswa menjadi pelaku usaha muda. TEFA bukan hanya tempat praktik, tetapi ruang mencetak mindset wirausaha dan profesional,” tegas narasumber.

Model Implementasi TEFA yang Relevan untuk SMK
Workshop memberikan contoh praktik baik TEFA, seperti:
- Unit Food & Beverage siswa
- Foodtruck sekolah sebagai media belajar bisnis
- Konten digital sebagai strategi pemasaran
- Sistem pelayanan berbasis industri
Pendekatan ini dapat menjadi rujukan bagi SMK lain dalam mengembangkan TEFA yang berkelanjutan dan berorientasi pada pasar.
https://shorturl.fm/2IpCi
https://shorturl.fm/bJDMJ
https://shorturl.fm/XsPtF