SINGOSARI– Murid baru SMK Muhammadiyah 3 Singosari (SMK Mugas) tahun ajaran 2026-2027 hari ini (10/7) melaksanakan pertemuan pertama di SMK Mugas Jl, Ken Arok, Singosari. Mereka datang bersama wali murid untuk mengikuti kegiatan Pra MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Menurut Waka Humas SMK Mugas, Mochammad Sholeh, S.S, kehadiran murid baru dan wali muridnya ini untuk mendengarkan jadwal FORTASI (Forum Ta’aruf dan Oritentasi Siswa) serta sosialisasi program SMK Mugas.

Apa saja agendanya? Sholeh mengatakan pertemuan pertama untuk murid baru dibuka dengan agenda salam sapa peserta didik baru meliputi pengarahan, pembagian kelompok, pengenalan fasilitator dan panitia kelompok. Termasuk pengenalan fotasi dan tata tertibnya. Kegiatan tersebut dipandu oleh panitia serta pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Usai mengikuti kegiatan tersebut, kata Sholeh murid baru juga dikenalkan dengan gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia sehat. Pengenalan lingkungan dan budaya sekolah, mars Muhammadiyah, mars SMK Muhammadiyah 3 Singosari, janji pelajar Muhammadiyah dan ditutup dengan doa.

Agenda berikutnya diungkapkan Sholeh yaitu sosialisasi kelengkapan MPLS, termasuk pembuatan yel-yel kelompok, atribut, dan keperluan MPLS, serta refleksi hari pertama. Semua kegiatan ini untuk murid baru, sedangkan bagi wali murid baru sesuai dengan undangan SMK Mugas No. 353.32/III.4.SMKM3SGS/F/2026, materi yang disampaikan secara umum tentang pelaksanaan MPLS, dan profil SMK Mugas.
Materi dimaksud diantaranya tentang jurusan yang dimiliki SMK Mugas seperti AKL (Akuntansi Keuangan Lembaga), Perhotelan, Tata Boga, Teknik Otomotif, Perkantoran, dan Multi Media. Selain itu juga dipaparkan ekstrakurikuler yang ada di SMK Mugas, fasilitas praktikum, jaringan mitra industri, hingga prestasi dan profil alumni sukses.

“Alhamdulillah kegiatan hari pertama Pra MPLS berlangsung lancar, disambut antusias oleh murid baru. Bahkan wali murid baru juga komunikatif ketika pertemuan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan-pertanyaan tentang misi dan visi sekolah, serta jurusan kompetensi hingga program bea siswa,” ujar Sholeh yang pernah menjabat sebagai tim Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Mugas ini. (don)