SINGOSARI– Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Provinsi  Jawa timur mengelar kegiatan bertema Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial berbasis kelompok kerja bagi pendidik di wilayah Provinsi Jawa timur. Diantara peserta yang mengikuti kegiatan ini Adalah delegasi SMK Muhammadiyah 3 Singosari (SMk Mugas). Melalui Waka Humas SMK Mugas, Mochammad Sholeh, S.S, pelatihan ini sangat penting bagi SMK Mugas untuk memperkuat program digitalisasi   Pendidikan di SMK Mugas.

Tampak Kepala SMK Mugas (batik putih) ketika mengikuti prolog sebelum pembukaan kegiatan secara luring.

Menurut Sholeh, pelatihan ini bertempat di SMKN 1 Kepanjen Kabupaten Malang Juli-Agutus 2026. Peserta asal Kabupaten Malang unsur pengawas  SMK Cabang Dinas Kabupaten Malang, Kepala Sekolah SMK Kabupaten Malang, Guru Bahasa Inggris SMK Kabupaten Malang dari 15 sekolah, sedangkan delegasi SMK Mugas yang mengikuti kegiatan ini Adalah kepala sekolah dan satu guru Bahasa Inggris. Prolog kegiatan dilakukan secara daring (online) hari Sabtu 26 Juli 2026, sedangkan pembukaan kegiatan dilaksanakan Sabtu 1 Agustus 2026 di SMK Negeri 1 Kepanjen.

Foto bersama kelompok pelatihan dari unsur guru Bahasa Inggris dan kepala sekolah.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Dikmen Provinsi Jawa Timur, serta dihadiri Kepala Dinas Dikmen Kabupaten Malang, Kepala Sekolah SMKN1 Kepanjen, Kepala Balai Besar GTK serta fasilitator kegiatan. Usai pembukaan kegiatan langsung dilanjutkan dengan pembagian kelompok.

Peserta SMK Mugas.

Menariknya, kata Sholeh, dalam kegiatan ini peserta dibagi dalam tiga kelas. Yakni satu kelas untuk kelas pengawas terdiri 15 orang, kelas kedua terdiri kepala sekolah berjumlah 15 orang, dan terakhir kelas ketiga adalah para pendidik yakni guru Bahasa Inggris yang berjumlah 15 orang.

Sholeh mengatakan pelatihan ini merupakan program startegis untuk meningkatkan kompetensi  guru dan kepala sekolah dalam pembelajaran mendalam khususnya penguasaan teknolo termasuk coding dan kecerdasan buatan. Sehingga metode pengajaran yang diterapkan mendorong siswa berfikir kritis dan kreatif serta deep learning.

Foto bersama anatara peserta dengan sejumlah unsur pimpinan Dinas Dikmen Jatim dan Kabupaten Malang.

Sedangkan pelatihan koding dan AI agar kepala sekolah dan para guru dapat mengembangkan kompetensi teknologi, pemrograman dan kecerdasan buatan   untuk mendukung tranformasi digitalisasi masing-masing sekolah. (humas/don)