Ibu Dra. Titin Prihatin Rahayu, MM
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Singosari Periode 2019–2025

Kepemimpinan Ibu Dra. Titin Prihatin Rahayu, MM selama Dua Periode (2019–2025) menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Di tengah dinamika dunia pendidikan, perubahan kurikulum, hingga tantangan pandemi, beliau menunjukkan keteguhan, kedisiplinan, dan keteladanan seorang pemimpin yang bekerja dengan hati dan penuh keikhlasan.
1. Kepemimpinan yang Tegas dan Berkarakter
Sebagai kepala sekolah, Ibu Titin dikenal memiliki ketegasan yang mendidik dan kesabaran yang menenteramkan. Beliau mampu menempatkan diri sebagai pemimpin sekaligus ibu bagi seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Nilai-nilai keislaman Muhammadiyah sangat tampak dalam kebiasaan beliau yang selalu mengawali setiap keputusan dengan pertimbangan moral, adab, dan kemaslahatan.
2. Penguatan Teaching Factory dan Kemitraan Industri
Salah satu capaian terbesar beliau adalah mengubah SMK Muhammadiyah 3 Singosari menjadi sekolah vokasi yang semakin siap bersaing melalui:
- Pembentukan dan penguatan Teaching Factory (TeFa)
- Menjalin kemitraan strategis dengan hotel, restoran, dan industri perhotelan serta kuliner
- Memperluas jaringan penempatan PKL dan peluang kerja bagi alumni
Di masa beliau, TeFa berkembang tidak hanya sebagai ruang praktik, tetapi sebagai pusat produksi dan pembelajaran bisnis yang mendekatkan siswa pada dunia kerja sesungguhnya.
3. Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan
Di bawah kepemimpinan beliau, sekolah mengalami peningkatan signifikan dalam hal:
- Disiplin guru dan siswa
- Tata kelola administrasi sekolah
- Tertib laporan dan SOP kegiatan
- Mutu praktik kejuruan melalui pembenahan sarana dan fasilitas
Beliau menekankan pentingnya standar kerja yang jelas sehingga sekolah dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan profesional.
4. Penguatan Pembiasaan Islami
Ibu Titin memberikan perhatian khusus pada pembiasaan karakter dan keagamaan, antara lain:
- Penguatan kegiatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan
- Pembiasaan shalat Dhuha, Dhuhur berjamaah, dan keputrian
- Pembinaan akhlak siswa di setiap lini kegiatan
- Menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang religius, bersih, dan kondusif
Beliau percaya bahwa kompetensi tanpa akhlak akan kehilangan arah. Karena itu, karakter menjadi prioritas besar selama masa kepemimpinannya.

5. Prestasi Sekolah dan Pengembangan Unit Unggulan
Selama masa tugasnya, sekolah mencatat berbagai peningkatan, seperti:
- Prestasi siswa di bidang kompetensi keahlian
- Kegiatan inovatif guru dan siswa
- Pengembangan unit usaha sekolah
- Peningkatan citra sekolah di masyarakat
Transformasi ini menjadi jejak nyata bahwa kepemimpinan beliau membawa SMK Muhammadiyah 3 Singosari ke arah yang lebih maju dan berdaya saing.
6. Mewariskan Fondasi yang Kokoh untuk Masa Depan
Capaian-capaian tersebut bukan hanya keberhasilan jangka pendek, tetapi menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Kepemimpinan beliau menyiapkan jalan bagi pemimpin selanjutnya untuk melanjutkan inovasi dan program strategis yang sudah berjalan.
Ibu Titin telah memberikan teladan bahwa memimpin sekolah adalah bagian dari ibadah, pengabdian, dan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas. Jejak beliau akan terus menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah.